Friday, January 25, 2008

Manfaat Seorang Yahudi

Peristiwa ini berlaku pada awal 2007, tatkala Mishal dan aku mula berkenalan dengan Koen, cina Nanchung.

Satu ketika, kami bertiga mentelaah pelajaran di Pusat Sumber Bahasa dan Kesusasteraan di Paterson Hall. Koen yang kelaparan membeli sepotong pizza. Pepperoni pizza. Untuk menjaga sensitiviti kami berdua, Koen makan di meja sebelah.

"Don't worry, I know Muslims don't like pork. I'll eat here." Pun begitu, dari riak wajahnya dapat kami teka dia berteka-teki kenapalah agaknya Tuhan orang Islam melarang daging babi yang padanya sedap dan mengenyangkan.

Di meja bersebelahan, ada seorang pelajar tekun bertelaah. Dari pakaian dan raut wajahnya, kami tahu dia seorang Yahudi.

Dengan sikapnya yang selamba dan muka tak bersalah, Koen berbicara dengannya, "Do you believe in God?"

Apa pula si Koen ni cari pasal dengan Yahudi ni. "Yes, I believe in God."

"Oh, same with my friends over there. They believe in Allah."

"I believe in God, but different name... They're Muslims, I'm Jew."

"They don't eat pork because their God forbids it. I don't know why, I thought that pork is good."

"Oh, I also don't eat pork because my God forbids it too."

"Eh, same thing. Hmm... maybe pork is actually bad, that's why God forbids it."

Sejak hari tu, tak pernah lagi nampak Koen makan pepperoni dan lain-lain yang seangkatan dengannya. Alhamdulillah, beroleh manfaat dari seorang Yahudi.

1 comment:

arif said...

Koen ni contemplative betul - respect...